بِسْمِ-اللهِ-الرَّحْمنِ-الرَّحِيم

Berkongsi segala ilmu dengan harapan agar dapat bersama memperjuangkan cita-cita murni sebagai masyarakat yang bermaruah dan beretika selaras dengan ajaran ISLAM.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Saturday, 4 February 2012

Menaati Rasul Bererti Menaati Allah

     Salah satu amal ibadah yang sangat penting yang diperintahkan Allah kepada orang-orang beriman dalam Al-Quran adalah menaati Rasul-Nya. Allah telah berfirman bahwa Dia telah mengirimkan para rasul-Nya untuk ditaati. Orang-orang beriman, dalam setiap zaman, telah diuji ketaatan mereka terhadap para rasul tersebut.
      Para rasul adalah orang-orang yang menyampaikan pesan Allah dan perintah-Nya kepada manusia, dan mengingatkan mereka tentang hari perhitungan dan tentang ayat-ayat-Nya. Para rasul adalah orang-orang yang lurus dan dirahmati, yang dipilih Allah di antara seluruh manusia; dan perbuatan, sikap, dan kesempurnaan akhlak mereka sebagai teladan.
   Mereka adalah para kekasih Allah yang sangat dekat dengan-Nya. Orang yang menaati rasul bererti menaati Allah, sebagaimana dinyatakan dalam  QS An-Nisa (4 : 80) "Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah; dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka (janganlah engkau berdukacita wahai Muhammad), kerana Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan) ".
    Rasulullah saw juga bersabda bahwa orang yang bersaksi terhadap hal ini akan memperoleh berita gembira.
            “Tidakkah kamu telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah , dan bahwa saya adalah utusan-Nya? Jika demikan , maka khabar gembira bagi kamu...”

~ Credit to Ku Azmiza :) Barakallah ~

Thursday, 2 February 2012

Anjuran Menolong dan Sopan Santun dalam Pergaulan


     Rasulullah SAW. Melukiskan rasa sayang Allah kepada mukmin dengan cara berikut. “Allah menunjukkan kasih sayang hanya kepada mereka di antara hamba-hamba-NYA yang penyayang.” (HR Bukhari Muslim).
     Kerana memiliki kesempurnaan akhlak ini, mereka yang beriman sempurna itu penyayang dan pengasih kepada manusia. Namun, pemahaman rasa sayang mereka sangat berbeza. Oleh kerana rasa sayang wujud dari rasa sayang Allah, rasa sayang mereka mengambil bentuk yang layak mendapatkan redha Allah dan sesuai dengan Al-Quran.
    Sebagai contoh, ketika menolong orang lain demi tujuan kebajikan. Jika pertolongan itu diminta demi maksud baik, rasa sayang orang yang beriman sempurna akan menggerakkan mereka memberikan segala macam bantuan. Inilah rasa sayang sejati yang diredhai Allah Swt. Mencegah seseorang dari kesalahan dan memandunya ke jalan yang lurus merupakan kebajikan dan rasa sayang sejati.
    Mukmin tidak menunjukkan rasa kasih dan sayang kepada mereka yang telah menentang nilai-nilai agama. Syarat yang dianjurkan Quran tentang hal ini adalah yang terdapat dalam “ Nabi Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang soleh) terdapat muka mereka – dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikianlah sifat mereka yang tersebut di dalam Kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam Kitab Injil pula ialah: (bahawa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat, lalu ia tegap berdiri di atas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengkagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan sahabat-sahabat Nabi Muhammad, s.a.w dan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) kerana Ia hendak menjadikan orang-orang kafir merana dengan perasaan marah dan hasad dengki – dengan kembang biaknya umat Islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar ". (QS Al-Fath 48:29 ).
    Mukmin hanya menunjukkan rasa sayang kepada ‘mukmin’ hamba-hamba Allah yang setia. Di sisi lain, sikap mereka kepada kafirin sangat tegas dan yakin.


~ Credit to Ku Azmiza :) Barakallah ~

Wednesday, 1 February 2012

Orang-Orang yang Terbunuh di Jalan Allah tidaklah Mati

     Allah telah mengungkapkan dalam Al-Quran bahwa orang-orang yang meninggal di jalan-Nya sesungguhnya tidaklah “mati” , tetapi hidup di sisi-Nya. Keadaan mereka ini diungkapkan dalam QS Ali Imran "[169]
Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki;
[170]
(Dan juga) mereka bersukacita dengan kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
[171]
Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah kurniaNya; dan (ingatlah), bahawa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman.
 

      QS Al-Baqarah "[154] Dan janganlah kamu mengatakan (bahawa) sesiapa yang terbunuh dalam perjuangan membela Ugama Allah itu: orang-orang mati; bahkan mereka itu orang-orang yang hidup (dengan keadaan hidup yang istimewa), tetapi kamu tidak dapat menyedarinya."

            Allah akan menyempurnakan rahmat bagi yang syahid dan bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam syurga merupakan rahsia Allah lainnya yang diungkapkan dalam Al-Quran (QS Muhammad, "[4]
Dengan yang demikian, apabila kamu berjuang menentang orang-orang kafir (dalam peperangan jihad) maka pancunglah lehernya, sehingga apabila kamu dapat membunuh mereka dengan banyaknya (serta mengalahkannya) maka tawanlah (mana-mana yang hidup) dan ikatlah mereka dengan kukuhnya. Setelah selesai pertempuran itu maka (terserahlah kepada kamu) sama ada hendak memberi kebebasan (kepada orang-orang tawanan itu dengan tiada sebarang penebusnya) atau membebaskan mereka dengan mengambil penebusnya. (Bertindaklah demikian terhadap golongan kafir yang menceroboh) sehinggalah berakhir peperangan jihad itu (dan lenyaplah sebab-sebab yang memimbulkannya). Demikianlah (diperintahkan kamu melakukannya). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentulah Ia membinasakan mereka (dengan tidak payah kamu memeranginya); tetapi Ia (perintahkan kamu berbuat demikian) kerana hendak menguji kesabaran kamu menentang golongan yang kufur ingkar (yang mencerobohi kamu). Dan orang-orang yang telah berjuang serta gugur syahid pada jalan Allah (mempertahankan ugamanya), maka Allah tidak sekali kali akan mensia-siakan amal-amal mereka.
[5]
Allah akan memimpin mereka yang berjuang (ke jalan mendapat sebaik-baik balasan) dan menjadikan keadaan mereka baik dan berguna (di dunia dan di akhirat)
[6]
Serta memasukkan mereka ke dalam Syurga yang telah dijanjikan dan diterangkan sifat-sifatnya kepada mereka.
[7]
Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (ugama) Allah nescaya Allah membela kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu.

 QS Al-Haji "[58]
Dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sudah tentu Allah akan mengurniakan kepada mereka limpah kurnia yang baik. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi limpah kurnia.
[59]
Sudah tentu Allah akan memasukkan mereka (yang tersebut itu) ke tempat yang mereka sukai (Syurga), dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyabar.
  .
       Kenyataan yang diungkapkan dalam ayat-ayat di atas , adalah di antara rahsia-rahsia dalam Al-Quran, yang pada umumnya tidak diketahui banyak orang .

~ Credit to Ku Azmiza :) Barakallah ~