بِسْمِ-اللهِ-الرَّحْمنِ-الرَّحِيم

Berkongsi segala ilmu dengan harapan agar dapat bersama memperjuangkan cita-cita murni sebagai masyarakat yang bermaruah dan beretika selaras dengan ajaran ISLAM.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Saturday, 14 April 2012

QS AL-Baqarah , 2 : 62

Menurut al-wahidi dari mujahid , ayat ini berkaitan dengan salaman al-farisi ketika dia bertanya kepada rasulullah saw tentang nasib sahabatnya-sahabatnya yang meninggal sebelum islam datang . Rasulullah saw menjelaskan mereka tentang cara shalat dan ibadah mereka. lalu rasulullah saw bersabda bahwa mereka akan dimasukkan kedalam neraka. Maka dari itu , salman berputus asa , “seolah-olah gunung menimpa kepalaku .” Kemudian , turunlah ayat ini sehingga salman bersenang hati dan berkata “seakan anugerah besar yang dilimpahkan kepadaku.”(lubabun nuqul:9)


ASBABUNNUZUL
Tafsir ibnu kasir
Dalam ayat ini Allah swt menerangkan keadaan orang-orang yang sentiasa mendapat rahmat dari Allah swt . Barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhirat serta beramal saleh dengan mengikuti semua petunjuk yang dibawa para rasul-nya , niscaya akan mendapatkan kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat . Mereka tidak pernah berasa sedih karena sepanjang hidup selalu dianaungi rahmat Allah swt dan diakhirat ditempatkan di syurga-nya .
Rasulullah saw menegaskan , keimanan seseorang yahudi adalah mengimani taurat dan mengikuti syariat nabi musa sampai datangnya nabi isa . Setelah itu , mereka harus mengikuti syariat yang dibawa nabi isa karena syariatnya merupakan pelengkap syariat sebelumnya . Jika tidak begitu , bererti mereka telah kufur . Keimanan seorang nasrani adalah mengimani injil dan mengikuti petunjuk nabi isa sampai datangnya rsulullah saw . Setelah itu , mereka harus mengikuti petunjuk rasulullah saw. Jika tidak , mereka telah berbuat kesalahan dan akan dimasukkan ke dalam neraka. (al-misbah al-munir fi tahzib ibnu kasir , 1999 : 53-54)


~ Credit to Ku Azmiza :) Barakallah ~

Sunday, 8 April 2012

QS AL-Baqarah , 2 : 76

    Mujahid berkata bahwa rasulullah saw berdiri pada perang quraizah di bawah benteng-benteng pertahanan mereka . Beliau berteriak , “wahai saudara-saudara kera ! wahai para hamba-hamba tagut !” mereka menjawab “siapakah yang mengabarkan keadaan kita ini kepada muhammad ? sesungguhnya , tidak keluar panggilan ini terkecuali dari diri kalian sendiri kemudian turunlah ayat ini .” ibnu abbas mengatakan bahwa jika bertemu dengan kaum mukmini , mereka berkata “kami telah beriman. “ Akan tetapi , ketika berkumpul dengan sesamanya , mereka berkata “apakah orang-orang arab berkata tentang hal ini ? ” diriwayatkan oula oleh as-sassi bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan yahudi yang beriman kemudian mereka nifak . Ketika masih beriman , mereka sering mendatangi orang-orang mukmin arab dan menceritakan kebenaran rasulullah saw dalam taurat . Kemudian , mereka saling menyalahkan . (lubabun nuqul 9-10)




ASBABUNNUZUL
Tafsir ibnu kasir
     Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang munafik ketika bertemu dengan orang mukmin, mereka mengatakan bahwa mereka juga beriman. Namun, ketika kembali kepada kelompok mereka, sikapnya berubah . Mereka berkata , “janganlah kalian menceritakan kepada mereka tentang kenabian Rasulullah saw .” mereka telah mengetahui kenabian muhammad saw karena telah disebutkan dalam kitab taurat . Dalam kitab mereka itu, diterangkan bahwa suatu saat akan datang seseorang bernama muhammad yang kelak diangkat sebagai nabi dan rasul bagi umat islam .
    Hasan al-bashir menegaskan, maksud dari ayat ini adalah ketika kaum yahudi bertemu dengan orang mukmim, dimanapun mereka berada, mereka berkata dan selalu menganjurkan berkata kepada sesama mereka, “kami beriman.” ketika kembali kepada sesama mereka, mereka berkata, “janganlah kalian bercerita tentang kebenaran yang ada dalam kitab kalian kepada bangsa arab . Hal itu karena mereka akn menyanggah dan membantah kalian di hadapan Allah. ” ibnu abi hatim, 1/239 . (al-misbah al-munir fi tahzib tafsir ibnuj kasir , 1999 : 58)


~ Credit to Ku Azmiza :) Barakallah ~

Wednesday, 4 April 2012

Jika Allah Tidak Lagi Ditakuti


    Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS Ali Imran , 3 : 101)
      Bayangkan ada dua orang. Salah satunya tahu betul bahwa ia akan bertemu dengan Allah dan menyedari bahwa setiap tindakannya ada pertangungjawaban. Satu lagi, sebaliknya, beranggapan ia tidak harus berhubung dengan orang lain. Tentu saja, terdapat berbezaan ketara bagaimana kedua orang ini mengondisikan dirinya.
   Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah hampir pasti menyukai perbuatan dosa dan mengabaikan tindakan yang tidak bermoral bila ia merasa senang melakukannnya. Misalnya, seseorang yang sanggup membunuh manusia tanpa alasan  jelas atau bukan untuk kepentingan kemanusiaan , melakukan hal itu kerana ia tidak takut kepada Allah . Jika ia memegang teguh keimanan kepada Allah dan hari akhir, ia tidak akan sanggup melakukan apa pun yang tidak bisa dipertanggungjawabkanya di hari akhir kelak .
     Dalam Al-Quran, sejarah putra-putra Nabi Adam as, diberikan sebagai contoh untuk menggugat perhatian kita tentang perbezaan ketara antara orang yang takut dan tidak kepada Allah. Lihat (QS Al-Ma’idah, 5 : 27-28)


~ Credit to Ku Azmiza :) Barakallah ~